Restia Aidila Joneva

Kumpulan Berita

Revolusi Media Sosial

Media Sosial
Dewasa ini perkembangan teknologi semakin diyakini masyarakat diikuti dengan semakin maraknya media sosial di tengah masyarakat. Gencarnya para penemu media sosial membuat masyarakat ikut berinovasi. Salah satunya media sosial Facebook yang diciptakan oleh Mark Zuckerberg membuat masyarakat seakan "autis" bermedia dan bersosial melalui teknologi (komputer, laptop, handphone dan perangkat lainnya). Facebook menjadi pemula berkembang pesatnya media sosial  di masyarakat, mulai remaja hinga orang tua, hampir fasih bermain media sosial.

Dalam tayangan video "Social Media Revolution" digambarkan bagaimana masyarakat harus mempersiapkan diri menyambut perkembangan media sosial yang semakin canggih. Meski di saat ini tidak hanya Facebook saja yang berkembang, namun masih banyak media sosial yang bisa digunakan oleh masyarakat seperti Twitter, Path, Instagram, Telegram, dan lainnya. Bukan hanya sekedar media sosial untuk berbagi lebih dari itu, masyarakat bisa menggunakan media untuk bertukar pikiran, saling berbagi lewat tulisan, foto, dan lainnya, seperti Blog, Wordpress, dan banyak lainnya.

Facebook sebagai awal perkembangan media yang mudah digunakan, tidak hanya memberikan informasi saja, namun membantu masyarakat untuk melakukan interaksi di dunia maya dan dinilai cukup interaktif. Seperti adanya Facebook messenger, berbagi foto, dan lainnya yang bisa diunggah dan dibagikan kepada sesama teman.

Dengan munculnya Facebook, membuat masyarakat semakin gencar berbagi dan mendapatkan informasi. Tak hanya Facebook, berikut dengan inovasi baru yang diciptakan oleh masyarakat lainnya, kecanggihan dan perkembangan komunikasi semakin canggih dan mudah serta dengan gampang diikuti. Tapi, kembali pada pertanyaan, apakah masyarakat siap untuk menerima revolusi dari media sosial, khususnya masyarakat Indonesia, berikut dampaknya?

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang selalu terkena imbas akan pembaharuan dan perkembangan. Mengikuti dan bahkan terjun dalam perkembangan yang tanpa batas dan lupa menyaring. Dengan adanya Revolusi Media Sosial setidaknya membuat masyarakat Indonesia tidak ketinggalan dengan negara lainnya dalam mengetahui perkembangan teknologi dan komunikasi. Meskipun belum mampu menciptakan, tapi masyarakat Indonesia sudah tahu apa hal-hal yang terbaru.

Berbicara mengenai dampak, adanya media sosial memberikan dampak yang positif dan negatif. Dari segi positif media memberikan kemudahan dan kecepatan masyarakat dalam berinteraksi, namun dari segi negatifnya ada beberapa nilai-nilai sosial yang luntur dari kehidupan masyarakat, seperti berkurangnya komunikasi secara langsung, lunturnya nilai silaturahmi dan lainnya. Jika ditanya siapkah kita untuk menyambut revolusi media sosial, jawaban ada pada diri setiap individu. Siap atau tidaknya kita harus tetap cerdas dan bijak dalam mengikuti perkembangan.

Mimpi Dini Menjadi Motivator Dunia

Dini saat mengadakan acara lauching buku di Aula UIN Bandung.
Pertengahan April lalu, seorang mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhasil merilis sebuah buku berjudul "Buku yang Berputar dalam Cahaya" di Aula kampus. Adalah ia Dini Lestari, mahasiswi Manajemen Dakwah angkatan 2011. Prestasinya berhasil membuat buku dan menjadi motivator patut diapresiasi. Ia punya keterbatasan dari segi fisik, namun tak menjadi penghambat baginya.

Perbedaan itu terlihat dari gerak-gerik tubuhnya, jika berjalan, perempuan berumur 24 tahun itu tampak sedikit kesusahan, maka ia sering dibantu oleh teman-temannya. Dini selalu bersemangat untuk mengikuti mata perkuliahan.

Saat bicara,  kata-kata yang diucapkannya acap kali terbata-bata. Meski begitu, prestasinya terbilang bagus dalam hal menjadi motivator. Ia juga beberapa kali mengisi acara motivasi bersama Bang Amey. Dini merupakan satu-satunya alumni Sekolah Luar Biasa atau SLB Bojong Soang Bandung yang berhasil melangkahkan kaki di jenjang perguruan tinggi.

Dini berkisah, saat terlahir ia adalah anak yang normal. Namun seiring waktu bergulir orangtua Dini mulai merasa cemas dan aneh. Perkembangan tubuh Dini terbilang lambat. Dini ternyata belum bisa berjalan padahal usianya kala itu sudah menginjak dua tahun. Ternyata ada gangguan saraf di dinding otak yang membuatnya kesulitan untuk belajar berjalan dan berbicara.

Namun, di balik semua keterbatasan yang dimilikinya, Dini tak pernah menyerah dan menyembunyikan semua kekurangan yang dimiliki tubuhnya. Cita-citanya setinggi angkasa, yakni menjadi motivator dunia. Mahasiswi UIN Bandung kelahiran Bale Endah Kabupaten bandung itu membuktikan dirinya mampu bersaing dan meraih mimpi seperti mahasiswi yang lainnya.

Dini menyimpan kemampuan yang luar biasa. Buku yang berhasil ia buat merupakan autobiografinya sendiri. Buku tersebut mengisahkan kehidupan. Dini, yang mendapatkan banyak tantangan dan cobaan dari ketidaksempurnaan fisiknya.

Menyimak Kehidupan Dua Putra Presiden Jokowi



Gibran dan Kaesang saat menghadiri talkshow Mata Najwa, Februari 2016
Bandung- Dua putra Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep diundang dalam talkshow Mata Najwa yang disiarkan di Metro TV bulan Februari lalu. Dalam talkshow yang bertemakan Cerita Anak Jokowi ini, mengisahkan bagaimana sisi lain kehidupan dua orang putra Presiden ke-7 tersebut dalam keseharian mereka. Acara tersebut dipandu oleh Najwa Shihab dan diunggah kembali media Youtube.

Dalam video yang berdurasi 54 menit 41 detik tersebut, Najwa membuka acara dengan menyapa Kaesang yang telah hadir. Kaesang yang merupaka anak bungsu dari Presiden Joko Widodo saat ini sedang menyelesaikan pendidikan di Singapura. Najwa menghantarkan talkshow dengan memberikan pernyataan kepada Kaesang bahwa dirinya dan saudara yang lain tidak seperti tipikal anak Presiden yang lainnya.

"Perbedaan mencolok ketika bapak naik jadi Presiden ya followers Intagram dan Twitter jadi naik," seloroh Kaesang ketika ditanyai oleh Najwa . Kaesang bercerita saat ayahnya memimpin negara tidak beda ketika di rumah yaitu memiliki prinsip dan tegas. Tak hanya itu ia menilai ayahnya adalah orang penyabar, suka guyon dan tidak pernah marah.

"Bapak itu setiap dua minggu sekali, suka memindahkan kecebong dan dipindahkan ke dalam kolam. Dan sekarang sudah banyak dipelihara, saya juga gak tahu alasannya bapak suka kecebong kenapa," cerita Kaesang.

Dalam sesi selanjutnya, Gibran putra sulung Presiden Joko Widodo pun hadir. Pria kelahiran solo 28 tahun silam yang irit memamerkan senyum di media ini ternyata seorang laki-laki mandiri dan gemar berbisnis. Pertanyaan yang sama dilontarkan oleh Najwa ketika Gibran duduk di hadapan. Gibran dengan tegas menjawab, "perbedaan itu ada, tapi yang jadi presiden itu kan bapak saya, bukan saya," ucapnya.

Lebih lanjut, Gibran mengakui tidak ada yang istimewa dari dirinya ketika sang ayah resmi menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia. Berkali-kali Gibran tetap mengatakan bahwa selama menjadi Presiden biasa saja, terlebih ketika ia harus pergi ke mana-mana ia tetap pergi sendiri, bahkan ia berniat mengusir pengawalnya.

"Biasa saja, tidak ada yang begitu berubah. Saya biasanya ngerjain ini dan itu sendiri, jadi ya kalau ada paspampers ya udah saya usir saja, gak mau dikawal," pungkas Gibran.

Demokrat Ikut Calonkan Ahok Maju Jadi Gubernur DKI 2017


Maju sebagai calon Gubernur DKI 2017
Bandung- Basuki Tjahja Purnama atau Ahok kembali mendapatkan dukungan dari partai politik. Setelah sebelumnya partai Nasional Demokrat atau Nasdem memberikan dukungan secara lantang kepada Gubernur DKI tersebut. Kemudian, partai Demokrat kini menyusul untuk mendukung Ahok sebagai Gubernur DKI 2017.

Dilansir dari media online Tempo dinyatakan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan bahwa Ahok merupakan calon yang pas secara elektabilitas, popularitas, maupun ketegasan.
"Kriteria seorang Ahok itu sudah pas, baik secara elektabilitas, popularitas, maupun ketegasan,"ujar Amir, Selasa (15/3).

Amir juga mengatakan sejauh ini masih ada hal yang harus dibicarakan, meski pihaknya sudah mengakui Ahok merupakan calon Gubernur yang pas untuk DKI Jakarta. Sementara itu, Ahok memutuskan maju sebagai calon Gubernur independen bersama teman Ahok.

Namun, keputusan Ahok ternyata menimbulkan banyak tanggapan dari parpol, salah satunya dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang mengatakan langkah Ahok bisa berujung pada deparpolisasi.

"Adapun dukungan resmi belum ada. Masih dalam pembicaraan resmi dari partai politik. Kalau beliau ingin mendapatkan dukungan, beliau harus tahu cara berkomunikasi yang baik," ungkap Amir.

SBY Selenggarakan Tour De Java Bersama Keluarga

  

Bandung- Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyelenggarakan Tour De Java bersama istri Ani Yudhoyono dan anak bungsunya Edhie Baskoro. Hal tersebut disampaikan lewat akun facebook milik SBY beberapa jam lalu. Dikutip dalam media sosial facebook pada Rabu (16/3), presiden yang menjabat selama dua kali ini p melakukan tour dimulai dari Jakarta, Bandung,Tasikmalaya,Purwokerto,Purworejo,Salatiga, yang akan dilanjutkan ke Surabaya dan tujuan lainnya.

Dalam perjalanannya di Semarang, SBY bersama keluarga menyempatkan diri untuk melayat Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulistyo,Selasa (15/3) lalu. Masih dikutip dari facebook SBY, jenazah Sulistyo diinformasikan sampai di rumah duka Tlogosari Kulon, Semarang, pada pukul 11.25 Wib, sekitar lima menit  setelah SBY dan rombongan tiba.

"Kita semua kehilangan salah seorang putra terbaik, seorang yang sangat mencintai guru, berjuang untuk nasib kesejahteraan dan kemampuan guru. Saya sekitar tujuh tahun bersama-sama almarhum Bapak Sulistyo memikirkan pendidikan kita. Kesejahteraan guru kita dan peningkatan kemampuan," ujar SBY yang ditulis di facebooknya.

Sebelumnya, Senin (14/3) SBY dan rombongan melakukan perjalanan ke Taman Wisata Candi Prambanan. Tepat di hari itu, SBY bersama rombongan sudah menjalankan tujuh hari perjalanan. Memasuki kota Yogyakarta, SBY beserta istri Ani Yudhoyono menikmati peninggalan sejarah terbesar di Indonesia yaitu Candi Prambanan selesai sarapan Gudeg di sekitar taman wisata.

"Welcome my brothers and sisters. It's beautiful right?Enjoy your stay," sapa SBY kepada turis asing yang berada di Taman Wisata Candi Prambanan.

Jurnalistik Pertahankan Tradisi Berprestasi


Bandung- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jurusan  Jurnalistik melaksanakan proses pelantikan pengurus periode 2015-2016 di aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Selasa (2/2/2016). Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 13.30 wib dihadiri oleh Ketua Prodi Encep Dulwahab, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Darajat Wibawa, dan Wakil Dekan III Dadan Suherdiana.

Pembacaan ikrar pelantikan pengurus BEM-J dibacakan langsung oleh Wakil Dekan III Dadan Suherdiana yang diikuti oleh seluruh pengurus. Dalam sambutannya, Dadan mengatakan jurusan Jurnalistik adalah jurusan yang selalu mempertahankan tradisi berprestasi. Di awal pembentukan jurusan, Jurnalistik hingga saat ini terus menuai prestasi.

“Di awal terbentuknya jurusan Jurnalistik, di angkatan pak Encep Dulwahab, Jurnalistik menuai prestasi seperti juara liga sepak bola, dan ini selalu terjadi, ada prestasi yang dituangkan,” ujar Dadan membuka sambutannya. 

Lebih lanjut, Dadan mengatakan lewat pelantikkan ini, Jurnalistik harus terus menjaga tradisi berprestasi tersebut. Tidak hanya itu, lewat adanya kepengurusan yang baru ini Dadan menyimpan harapan agar setiap pengurus mampu menorehkan prestasi. 

“ Jurnalistik itu sejak awal sudah berprestasi, boleh kaos oblong, celana bolong, tapi otaknya harus berisi. Semoga dengan kepengurusan ini ada pembaharuan dan terus menuai prestasi,” pungkas Dadan menutup sambutannya.





Berita Radio : Peringatan Aksi HAM

Berita Radio : Peringatan Aksi HAM




Slug                 : Peringatan Aksi HAM
Script Writer  : Restia Aidila Joneva (Jurnalistik/5C/Tugas Individu)



Assalamualaikum ikhwan Mandalla/Saya _  Restia Aidila Joneva_ akan menyampaikan informasi mengenai Aksi Aliansi Masyarakat Bandung Untuk Kemanusiaan di Taman Cikapayang,Dago//

Aliansi Masyarakat Bandung Untuk Kemanusiaan mengadakan aksi dalam rangka memperingati Hari  Hak Azazi Manusia atau HAM di Taman Cikapayang/Dago/kemarin// Dalam aksi tersebut aliansi yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI)/ Lembaga Bantuan Hukum (LBH)/’Bandung City Watch (BCW)/ menyatakan bahwa Bandung belum ramah terhadap HAM//

Pernyataan tersebut dilatarbelakangi dengan diberikannya sertifikat predikat kota HAM oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB dalam peringatan Konferensi Asia Afrika beberapa waktu lalu// Selain itu/ Aliansi Masyarakat Bandung Untuk Kemanusiaan juga mempertanyakan pernyataan Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam deklarasi Bandung sebagai kota HAM pada April lalu//

Salah satu anggota Aksi Andi mengatakan/ HAM adalah masalah krusial yang menyangkut nilai-nilai kemanusiaan secara mendasar yang tidak bisa dikompromikan// Andi menegaskan dalam aksi ini menyatakan kalau kota Bandung belum menjadi kota Ramah HAM sesuai dengan deklarasi Walikota// 

Lebih lanjut Andi menjelaskan/ ada beberapa hal yang membuat aliansi ini menyatakan Bandung belum ramah HAM karena masih banyak kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi/ misalnya saja kata Andi/ Penggusuran Kampung Kolase/PKL Dayang Sumbi yang diancam bayang-bayang penggusuran/pembangunan Technopolis Gedebage yang berlangsung di tengah penolakan warga//
Demikian informasi yang dapat saya sampaikan/saya _Restia Aidila Joneva_/sampai jumpa/Wassalamualaikum//
Back To Top